Gsg/ 22 April 2010
Pelantikan yang pertama kali dilaksanakan sejak Ikopin berdiri 1982 itu dihadiri oleh seluruh gubernur Hima yang telah lengkap komposisi pemerintahannya. beberapa gubernur yang turut diambil sumpahnya diantaranya Reno sebagai gubernur Perbankan, Agus Muslim gubernur Keuangan, Muhammad Hanif gubernur pemasaran, dan Rika Affanty gubernur Sumber daya Manusia. Mendagri sesaat setelah penandatanganan berita acara pelantikan dalam sambutannya menegaskan bahwa dalam pemerintahan yang baru, Hima harus memiliki sistem administrasi yang seragam. Hal ini perlu karena Hima memiliki fungsi ganda yaitu disamping pelaksana pemerintahan di tingkat konsenterasi juga sebagai wahana keilmuan dan kejuruan pendalaman materi perkuliahan.
Turut hadir dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan diantaranya Presiden mahasiswa Syamsul Pasaribu, Menteri sekretaris negara Rahmat Hidayat, menteri riset dan teknologi Rishan Adha, Menteri pemberdayaan Perempuan Shinta Oktafien, Serta Menteri Kebudayaan seni dan olahraga Sem Weya.
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM SERTA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN SELENGGARAKAN SEMINAR PERPAJAKAN.
Gsg/ 23 April 2010.
Dalam rangka memberikan pemahaman yang mendalam akan peranan pajak dalam belantika pembangunan nasional, dua kementerian Kema Ikopin yaitu kementerian hukum dan Ham serta kementerian pemberdayaan perempuan bekerjasama dengan direktorat jenderal pajak Kanwil Prop. Jawa Barat I menyelenggarakan seminar bertajuk peranan pajak terhadap pembangunan di Indonesia.
Seminar dibuka oleh Bapak Wakil Rektor I H.Dindin Burhanuddin, M.Sc. Dalam seminar yang berdurasi 2 jam itu, Narasumber Bapak Yuwono Budi Santoso, S.P. MM menegaskan bahwa hingga 2010, pendapatan negara terbesar masih berasal dari Pajak yaitu sebesar 73,9 persen, sedangkan sisanya berasal dari pendapatan negara non pajak. Fakta ini membuktikan bahwa Pajak masih sebagai penopang utama pembangunan nasional di Indonesia.
Kiri: Presma Syamsul Pasaribu memberi sambutan dalam pembukaan seminar Perpajakan. Kanan: Bapak Yuwono Budi Santoso menerima piagam penghargaan dari Panitia penyelenggara, Shinta Oktafien dipenghujung seminar.
Maka ada kekhawatiran Nasional bilamana ajakan Facebooker boikot pajak dilaksanakan sebagai dampak dari kasus gayus, maka tidak tertutup kemungkinan kondisi ekonomi nasional akan carut marut. Hal ini disebabkan turunnya pendapatan nasional dari pajak dan tidak dapat dibayarnya honor PNS dan Polri serta kepentingan pembangunan lainnya. Dalam kesempatan itu dirjend Pajak mengajak mahasiswa IKOPIN untuk segera membayar pajak dan mengawasi pembangunan.
Ketua panitia Shinta Oktafien yang juga menteri pemberdayaan Perempuan dalam laporan awalnya mengatakan peserta seminar di ikuti oleh perwakilan setiap angkatan dan jurusan hingga total peserta yang mengikuti seminar berjumlah 125 orang.
Dipenghujung acara, panitia penyelenggara memberikan cenderamata kepada narasumber sembagai ungkapan terimakasih atas kesediaan dirjend pajak Jabar I berbagi Informasi di Kampus Ikopin.